Banjir Di Enrekang

Beberapa hari terakhir hujan di Enrekang terbilang deras. Rabu pagi sampai malam hujan mengguyur dengan lebat dan  air sungai Mata Allo yang membelah kota semakin naik dan deras. Ba’da shalat magrip dan isya’ melalui loudspeaker di beberapa masjid di Kota Enrekang diumumkan agar masyarakat waspada dengan datangnya banjir. Hal tersebut patut dilakukan mengingat banjir terjadi tiap tahunnya di Enrekang.


Banjir besar terparah terjadi pada 1987 yang menelan satu korban jiwa lalu tahun 2005 dan 2007.Pada tahun 2007, tepatnya Rabu dini hari, 11 April kurang lebih 3 tahun berlalu, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah perkantoran serta sekolah-sekolah  terendam banjir, seperti dinas pendidikan, dinas perindustrian dan perekonomian daerah, kantor pariwisata, dinas pertamanan dan kebersihan, kantor kejaksaan, kantor pos, badan kependudukan dan keluarga berencana, SMAN 1, SMK PGRI, SDN 41, SDN 172 dan sejumlah sekolah dasar lainnya. Kawasan yang paling parah terendam banjir adalah pasar sentral Enrekang dan kantor dinas pendidikan. Genangan air di kawasan ini mencapai ketinggian 3 meter lebih.  Jumlah Kepala Keluarga yang menjadi korban banjir saat itu kurang lebih 1.500 KK. Akibat banjir tersebut arus lalulintas di jalan provinsi Kota Enrekang, lumpuh total selama kurang lebih 8 jam, bersamaan dengan perayaan hari pers nasional di Enrekang.


Banjir tahun 2010 tidak sebesar tahun 2007, setelah pemerintah melakukan revitalisasi ulang sungai saddang sehingga banjir tidak berakibat yang lebih buruk, namun demikian beberapa sekolah yang berada di dataran rendah terendam juga dan beberapa kawasan lainnya.

Puncak banjir kamis dini hari  dan berangsur surut saat matahari semakin tinggi dan aktivitas warga kembali normal termasuk beberapa pertandingan olahraga dan seni dalam  Porseni Pelajar tingkat SMP/M.Ts dan SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Enrekang.

Pada foto 1 nampak aliran air pada sungai Mata Allo yang sudah menyentuh bibir tanggul bagian atas. Dan sungai Mata Allo akan meluap kalau alirannya terhalang oleh banjirnya sungai Saddang. Pada foto 2  tumpahan air sungai Mata Allo di jalan Pancaitana Bungawalie, tepatnya di belakang Pesantren Modern Darul Falah Enrekang. Sedangkan foto 3 banjir yang menggenangi jalan Pancaitana Bungawalie di depan Kantor Dinas Dikpora.

Derasnya arus air, dipantau dari jalanan belakang BRI Cabang Enrekang. Nampak dikejauhan SDN 172 Enrekang dan Hotel Bumi Raya.

Posted on 6 Agustus 2010, in Rekam Aktivitas and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: