Monthly Archives: Oktober 2010

Geliat Enrekang Di Ahad Pagi

Kota Enrekang, sebuah kota kecil yang dibelah sungai mata’allo pada ahad pagi mulai menggeliat pelan memulai aktivitas. Sejak dini hari mulai nampak aktivitas utamanya di pasar sentral enrekang. Pasar Sentral Enrekang memiliki hari pasaran pada hari senin dan kamis, tetapi pada hari selain hari pasar pasar dari pintu selatan  mulai di pinggir jalan sampai pertengahan kompleks pasar ramai transaksi jual beli terutama pada hari ahad.

Para karyawan, pegawai dan ibu rumah tangga sebagian yang menginginkan rileks pada hari minggu cenderung membeli sayur atau jajanan di pasar yang memang menyediakan kebutuhan tersebut .  Angkutan motor, mobil dan truk pengangkut terkadang harus berebutan untuk mempercepat laju pengiriman atau pengambilan barang di jalan jalur selatan pasar yang tidak begitu lebar.

Dibeberapa sudut kota  belum nampak aktivitas yang berarti, sebagian besar masih beraktivitas di dalam dan di sekitar rumah masing-masing. Pagi ini cuaca cerah, setelah sejak sore dan malam terus diguyur hujan. Cerahnya hari menarik minat saya untuk menengok beberapa lokasi agak pinggir. Saya coba melalui jalanan pintas dari talaga ke bamba.

Suara binatang memecah kesunyian pegunungan dan lebatnya pepohonan. Dari atas view kota enrekang terlihat sebagian karena tertutupi rindang pepohonan , terlihat alur sungai saddang dan  rumah warga.

Di jalur poros  perempatan dekat masjid Taqwa Muhamadiyah Enrekang  arus lalu lintas masih nampak sepi, maklum hari libur kerja.

Cerahnya mentari membuat panorama enrekang dengan latar belakang perbukitan semakin  tajam gambarnya dan enak untuk dilihat.  Terlebih saat melalui ‘jembatan baru’ yang sebenarnya tidak baru. Ada dua jembatan yang membentang diatas sungai mata’allo di kota enrekang. Yang jembatan lama adalah jembatan kayu gantung yang dibangun pada jaman belanda, sedangkan ‘jembatan baru’ dibangun masa kemerdekaan.

Sungai mata’allo yang airnya kecoklatan oleh lumpur dari pegunungan karena hujan seharian kemarin sore sampai malam tidak mengurangi oleknya pemandangan.

Iklan

Kemarau Basah Di Enrekang

Sampai saat ini, di Enrekang dan di wilayah Indonesia masih diguyur hujan, baik yang intensitasnya rendah sampai tinggi. Rekaman kondisi pada Jum’at sore di Lewaja tergambar derasnya hujan di enrekang dan bertambahnya volume air sungai.

Menurut BMKG penyebabnya adalah meningkatkan suhu permukaan laut di Indonesia sehingga banyak uap yang terbentu, pengaruh pemanasan global, dan dampak El nino yang menambah massa upa air. Setiap jum’at pengelola Kolam Renang Lewaja dikuras, dan diganti air sehingga diharapkan kejernihan dan kebersihan air terjaga.

Pengunjung juga sepi, dan sebuah mobil parkir barangkali dari luar kota dengan beberapa orang yang menunggu di tribun.