Category Archives: Obyek Wisata

Kemarau Basah Di Enrekang

Sampai saat ini, di Enrekang dan di wilayah Indonesia masih diguyur hujan, baik yang intensitasnya rendah sampai tinggi. Rekaman kondisi pada Jum’at sore di Lewaja tergambar derasnya hujan di enrekang dan bertambahnya volume air sungai.

Menurut BMKG penyebabnya adalah meningkatkan suhu permukaan laut di Indonesia sehingga banyak uap yang terbentu, pengaruh pemanasan global, dan dampak El nino yang menambah massa upa air. Setiap jum’at pengelola Kolam Renang Lewaja dikuras, dan diganti air sehingga diharapkan kejernihan dan kebersihan air terjaga.

Pengunjung juga sepi, dan sebuah mobil parkir barangkali dari luar kota dengan beberapa orang yang menunggu di tribun.

 

Pemandian Alam Lewaja

Salah Obyek wisata di Kabupaten Enrekang yang menarik adalah Pemandian Alam Lewaja. Dari pertigaan depan Rumah Sakit Massenrempulu menuju ke utara melalui Jalam Jendral Sudirman yang merupakan kompleks pendidikan, mulai Kantor Dinas Dikpora, Pesantren Modern Darul Falah, SMA/MA Muhammadiyah, SMPN 1, SMAN 1 melawati Lapangan Abu Bakar Lambogo di Batili.

Dari Lapangan Batili ” Abu Bakar Lambogo” lanjut ke utara timur menuju dusun kuku’ dengan jalanan berliku diantara sawah dan latar pegunungan hijau. Indahnya pemandangan yang memikat tetap harus mewaspadai jalanan sempit yang tidak rata dan berliku.

Bulan lalu bertempat di stadion Massenrempulu diselenggarakan Habibie Cup, even sepakbola yang diikuti kesebelasan dari berbagai kabupaten di sulawesi selatan dan propinsi tetangga. Enrekang dalam penyelenggaraan ini sukses sebagai tuan rumah dan sukses sebagai Juara I.

Mendekati pemandian alam lewaja kita disuguhi pemandangan yang menarik berupa air terjun di sisi utara timur jalam, kurang lebih 500 meter dari pemandian.  Ini air terjun yang berada diluar kompleks pemandian Lewaja, yang muncul dan kelihatan dari jalan pada saat musim penghujan sedang pada musim kemarau kurang begitu kelihatan dari jalanan

Memasuki Komplek pemandian Lewaja, terdapat kolam renang yang sumber airnya berasal dari pegunungan disekitar lokasi, air pegunungan yang bersih dan segar. Terdapat beberapa fasilitas penunjang kolam renang antara lain, ruang penonton (Tahun 2009 lalu menjadi tuan rumah porda renang sulsel), ruang ganti, tribun utama yang cukup luas, lapangan futsal, papan lompat, papan luncur bagi anak-anak, penyedia makanan ringan dan bakso.

Pemandian alam yang berupa air terjun yang sering dikunjungi warga masyarakat utamanya anak-anak muda adalah air terjun dibagian dalam kompleks dicelah pegunungan melalui jalan setapak kurang lebih 1 km dari kolam renang.  Sisi kanan bukit dan sisi kiri lembah/jurang pengunjung harus ekstra hati-hati selain sempit juga seringkali jalanan licin. Di air terjun sinilah biasanya warga masyarakat berendam di kolam yang berada dibawah air terjun disela-sela bebatuan yang besar.

Erotic Mountain (Gunung Nona)

Topografi Kabupaten Enrekang umumnya variasi dari perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47 – 3.293 m dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum wilayah Kabupaten Enrekang didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%. Terdapat dua gunung yang berada diwilayah Enrekang, yaitu Gunung Latimojong yang berada di perbatasan Enrekang, Sidrap dan Luwu memiliki tinggi 3.305 meter dan Gunung Rante Mario berada di wilayah Enrekang dan Luwu dengan ketinggian 3.470 meter. Gua, gunung, sungai, dan air terjun. Semua ada di bumi Enrekang.

Kabupaten yang terletak antara kilometer 196 ~ 281 di utara kota Makassar ini, menjadi salah satu alternatif daerah yang harus dikunjungi jika ke Sulawesi Selatan. Salah satu gunung yang terkenal di daerah ini adalah Gunung Buttu Kabobong. Gunung ini terkenal karena bentuknya yang unik, menyerupai kelamin manusia. Gunung yang kerap pula disebut Gunung Nona ini bisa disaksikan dari pinggir jalan raya, saat menuju kota Enrekang.

Di daerah ini juga terdapat Gunung Bambapuang yang memiliki ketinggian 1.157 meter di atas permukaan laut. Jika beruntung, anda bisa menyaksikan panorama sunrise dan sunset yang memukau dari lereng gunung ini. Saat itu, bola matahari yang berwarna kemerahan tampak begitu jelas. Di lereng gunung ini pula, terdapat sejumlah bunker milik tentara Jepang.

Menurut mitos dan legenda yang diyakini masyarakat setempat, Gunung Bambapuang adalah tempat dimana pemerintahan dan peradaban manusia di Sulawesi Selatan, bermula. Tempat itu persisnya berada di Lura Bambapuang, salah satu kawasan yang dialiri Sungai Saddang — sungai terpanjang di Pulau Sulawesi.

Orang-orang Bugis menghormati tempat tersebut dan menyebutnya tana rigalla tana riabbusungi (negeri suci yang dihormati). Bahkan hingga kini, masyarakat Toraja yang merupakan tetangga dari daerah ini, selalu menyerahkan sekerat daging bagi leluhurnya di Bambapuang setiap kali mereka menggelar pesta.