Arsip Blog

Gajah Sumatra Bermain Bola Di Sulawesi

Cerita manusia versus gajah sumatera telah menjadi kisah klasik, di mana gajah menjadi ”aktor” antagonisnya. Lagi-lagi, kesan itulah yang muncul dalam kasus terakhir. Peran antagonis itu melekat lantaran gajah-gajah itu merusak kebun kelapa sawit dan karet, dianggap mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan warga di permukiman. Sebenarnya amukan gajah terkait erat dengan konversi hutan-hutan primer dan sekunder yang adalah habitatnya. Konversi hutan/lahan terus dibuka lebar dengan alasan investasi dan permukiman warga. Kebun sawit bermunculan di mana-mana. Khusus pembukaan lahan di Sumatera, permasalahan muncul karena lokasi perkebunan dan permukiman warga yang dibuka itu sebelumnya merupakan jalur jelajah gajah untuk mencari makan. Secara naluriah, gajah memiliki kemampuan mengingat jalur yang harus mereka lalui menuju lumbung makanan.Secara kebetulan pula, gajah menyukai daun kelapa sawit dan kulit pohon karet yang ditanam di kebun yang masuk area jelajahnya. Tak pelak, stigma gajah sebagai hama makin kuat.


Populasi gajah sumatera tersebar di Lampung, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Data tahun 2000, dari sekitar 2.000 ekor populasi gajah sumatera, sekitar 500 di antaranya hidup di hutan-hutan di kawasan Riau.

Adapun statusnya, gajah sumatera tergolong terancam punah dan dilindungi. Pada tahun 1980-an, Konvensi Internasional Perdagangan Spesies Flora dan Fauna yang Terancam Punah (CITES) memasukkannya dalam Appendix I. Artinya, sama sekali tidak boleh diperdagangkan kecuali untuk kepentingan ilmiah.

Gajah  Main Bola

Merupakan daya tarik tersendiri gajah sumatra akhirnya berkesempatan berkunjung ke Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Enrekang. Gajah-gajah terlatih dari WayKambas tersebut unjuk kebolehan dengan bermain bola, berjoget, mengalungkan piala, berakrobatik dan lain sebagainya.

Masyarakat Enrekang yang kebanyakan barusan melihat gajah seolah baru menyadari ternyata memang gajah itu besar…Antusiasme warga terlihat begitu banyaknya penonton yang masuk ke lokasi pertunjukan di Lapangan Abu Bakar Lambogo Enrekang.